Ringkasan Materi Tafsir

Posted on September 22, 2011 by aqil.
Categories: makalah2 kueren banget.

 Ayat-ayat tentang Allah
1. Tentang keesaan Allah
• Surah al-ihlas 1-4
                •  
Artinya:
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”.

• Surah fushshilat 9-12
                                           •                  •          
Artinya:
9. Katakanlah: “Sesungguhnya Patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.
10. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.
12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
Analisa penulis: Dari ayat-ayat diatas kita bisa mengetahui Keesaan Allah, bahwa Dia tidak bergantung pada apapun dan tidak pula bisa diperanak pinakan. Tidak hanya itu kita sebagai manusia sudah sepatutnya untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun, karena Allah lah yang telah menciptakan segala yang ada di muka bumi dan dilangit.

2. Tentang asma Allah
• Surah al-Hasyr 22-24
                        •                                 
Artinya:
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Analisa penulis: Asmaulhusna adalah nama-nama yang hanya khusus untuk Allah dan tidak boleh dinamakan kepada makhluk. Sebagian Asmaulhusna boleh dinamakan untuk manusia tetapi harus ditambah abdun. dan dari Asmaulhusna bisa kita ketahui tentang kekuasaan dan keagungan Allah.

1. Tentang Kekuasaan Allah
• Surah ar-Rum 20-25
                        ••   •                •          •                                                    

Artinya:
20. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
Analisa penulis: Dari ayat-ayat diatas bisa kita ketahui bahwa terdapat banyak bukti-bukti kekuasaan-Nya, itu bisa dibuktika karena dalam setiap awal ayat diatas diawali dengan kata “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya”. dan diantara bukti-bukti kekuasaan-Nya adalah kita manusia diciptakan dari tanah dan bisa berkembang biak serta individu yang satu dan yang lain berbeda-beda, kita diciptakan berpasang – pasangan, tidak hanya itu tetapi Allah juga menjadikan siang dan malam, panas dan hujan, dimana malam untuk tidur dan siang untuk bekerja
 Ayat-ayat tentang manusia
1. Tentang kelebihan manusia
• Surah at-tin 1-6
 •                              
Artinya:
1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
2. Dan demi bukit Sinai,
3. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

• Surah al-isra’ 70
                  
Artinya:
70. Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

[862] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.
Analisa penulis: Dari ayat-ayat diatas bisa kita ketahui bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna dari makhluk Allah yang lain. Kita bisa bahagia dan bersedih kelak diakhirat itu tergantung pada amal ibadah kita dibumi. Tidak hanya itu kita sebagai manusia bisa disebut sempurna karena kita diberi banyak Rahmat yang berupa terjaminya rizki dan segala yang ada dilangit dan dibumi.
2. Tentang kelemahan manusia
• Surah Hud 9-11
   •      •                         •   
Artinya:
9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah Dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
10. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya Dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”; Sesungguhnya Dia sangat gembira lagi bangga,
11. Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

• Surah al-Ashr 1-3
  •              
Artinya:
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

• Surat al-Isra’ 11,67,100
         
Artinya: Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

     •              • 
Artinya: Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.

               
Artinya: Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. dan adalah manusia itu sangat kikir.

• Surah al-Ma’arij 19-35
 •   •                         •                 •                  •                               •  
Artinya:
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.
21. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir.
22. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.
23. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.
24. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu.
25. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).
26. Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan.
27. Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
28. Karena Sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
30. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki[1512], Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
31. Barangsiapa mencari yang di balik itu[1513] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
32. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.
34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
35. Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan.

Analisa penulis:
Dari ayat- ayat diatas bisa kita ketahui bahwa kita sebagai manusia juga diciptakan atau diatqdirkan untuk mempunnyai beberapa kelemahan seperti, rasa putus asa, tergesah-gesah, kikir dan kurangnya rasa syukur serta senantiasa mengeluh. Dalam menghadapi brbagai ujian ataupun cobaan kita sebagai manusia sering kali mengeluh, dan kalau rasa keluh itu tidak segera disingkairkan maka kita akan terjerembab dalam keputus asaan. Begitu sebaliknya, kalau kita sudah bisa bangkit dan seolah mempunyai kekuasaan maka rasa kikir kita akan muncul yang akan disertai oleh berpudarnya rasa syukur atas segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan kepada kita. Tidak hanya itu kita sangat rentan untuk tergolong manusia yang benar- benar dalam kerugian kecuali kalau kita mau beriman dan amar ma’ruf nahi munkar serta senantiasa bersabar.

 Ayat-ayat tentang Alam
1. Tentang penciptaan dan pemeliharaan Alam
• Surah al-A’raf 54-58
                •                                     •  •                •       •        •                           
Artinya:
54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.
55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].
56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
58. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Analisa penulis:
Dari ayat-ayat diatas kita bisa mengetahui bahwa Allah lah yang menciptakan seagala yang ada dimuka bumi dan dilangit yang didalamnya sedah termasuk matahari, bulan dan bintang . Allah juga membuat fase – fase waktu kehidupan yang berupa siang dan malam serta meniupkan angin dan menurunkan hujan. dan dimuka bumi Allah tumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Dan Allah juga mempunyai hak untuk menciptakan subur tidaknya tanaman yang tumbuh. Maka dari itu kita sebagai mausia sudah selayaknya menjaga serta melestarikan.
2. Tentang penciptaan alam untuk manusia
• Surah al-Baqarah 29
    •                
Artinya:
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

• Surah ibrahim 32-34
            •                         •                   
Artinya:
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Analisa penulis:
Dari ayat diatas bisa kita ketahui bahwa Allah lah yang menciptakan segala yang ada dimuka bumi itu semua diperuntukan hanya untuk kita sebagai manusia serta menciptakan langit yang berjumlah tujuh lapis. Tidak hanya itu Allah juga menciptakan hujan, dan karena hujan itu pula tumbuhan bisa hidup serta terbentuknya bahtera dan sungai-sungai. Dan Allah menciptakan matahari dan bulan yang akan senantiasa terus beredar pada orbitnya. Maka dari itu kita sebagai manusia kita sudah sepatutnya menjaga dan melestarikan sebagai bukti rasa syukur kita atas segala sesuatu yang telah diciptakan untuk kita.

3. Tentang kehancuran dan kerusakan Alam
• Surah ar-Rum 41
        ••       
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Analisa penulis :
Dari ayat diatas kita bisa ketahui bahwa segala kerusakan dan kehancuran dimuka bumi ini baik didarat ataupun dilaut adalah disebabkanoleh ulah tangan manusia. Karena seperti kita tahu bahwa sebelum manusia diciptaka malaikat telah mengklaim bahwasanya kita manusia lah penyebab utama kerusakan dan kehacuran dimuka bumi.
 Ayat-ayat tentang kemasyarakatan
1. Tentang Pergaulan secara umum
• Surah al-Hujurat 11-13
                                                                       •   •      ••           •      •    

Artinya :
11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

• Surat al-Furqon 63

            
63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

• Surat Al-furqan 67

           
67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

• Surat Al Furqan 72
         
72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

• Surah ali-Imran 104-105
  •                             
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.
105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
Analisa penulis : Dari ayat-ayat diatas kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari oleh kita sebagai manusia dalam hidup bermasyarkat atau dalam kemasyarakatan secara umum. Yakni kita dilarang untuk merendahkan sekumpulan atau kaum lain, dilarang untuk menjuluki bahkan mengganti nama panggilan seseorang dengan panggilan yang mengandung celaan atau merendahkan. Dan kita juga dilarang berburuk sangka, karena berburuk sangka adalah perbuatan yang berdosa, Serta mencari – cari kesalahan atau keburukan orang atau bahkan menggunjing satu sama lain. Kita disuruh menghindari perbuatan-perbuatan tercela tersbut karena kita senantiasa diciptakan berbangsa-bangsa, bersuku-suku agar supaya kita saling kenal-mengenal. Mungkin tidak cukup disitu saja melainkan banyak hal lain yang seyogyanya dilakukan, diantaranya kita senantiasa harus selalu rendah hati, tidak hidup dalam kemewahan yang berlebihan dan tidak kikir, selalu jujur, bisa menjaga kehormatan dirinya dari hal – hal yang tidak berfaedah atau bahkan keji. tidak saling berselisih serta Amar ma’ruf nahi munkar.

2. Tentang pergaulan sesama muslim
• Surat ali-Imran 102
     •   •    
102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.
• Surah an-Nisa’ 59
                              
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
• Surat al-Hujurat 9-10
                             •            •    

Artinya :
9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil.
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

• Surah al-Hasyr 9-10

                                                     •   
9. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung
10. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Analisa penulis: Dari ayat-ayat diatas kita bisa mengetahui tentang apa yang harus dilakukan kita sebagai seorang muslim berbaul dengan muslim yang lain, Yakni yang harus kita lakukan adalah taat kepada Allah dan RasulNya, para pemimpin. Dan jika kita mempunyai beda pendapat tentang suatu hal maka kita sudah seharusnya mengembalikan dasar pemecahan masalah pada Alqur’an dan Al hadits.
Kita juga senantiasa harus bisa menjaga perdamaian dan berlaku adil serta menjaga hubungan tali silaturrahim kita sesama muslim seperti yang tercermin pada kaum muhajirin dan kaum anshar, diamana kaum muhajirin sangat menyambut hangat atas kedatangan kaum muhajirin serta mengutamakan kepentingan kaum muhajirin diatas kepentingan kaum anshar itu sendiri sekalipun mereka dalam keadaan kesusahan dan itu terjadi tidak hanya antara kaum ke kaum tetapi juga antar individu.
Serta kita juga dianjurkan untuk saling mendoakn satu sama lain. tentunya yang dimaksudka disini adalah mendoakan kebeikan, tidak sebaliknya. dan kita juga harus bisa berusaha menghapus kedengkian jikalau ada tentunya.

3. Tentang pergaulan dengan non muslim
• Surah al-mumtahanah 8-9
                  •                           
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.
9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

• Surah ali-Imran 28
                              
28. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[192] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu).
• Surah Ali imran 64
                                
64. Katakanlah: “Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

• Surah al-Kafirun 1-5
                  •        
1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Analisa penulis: Ayat – ayat diatas menjelaskan tentang pergaulan dengan non muslim. kita sebagai orang muslim tidak dilarang untuk bergaul dengang orang non muslim, dan kita senantiasa harus berlaku adil serta tidak mengusir orang non muslim.
Kita dilarang menjadikan orang non muslim sebagai wali dengan meninggalka orang muslim kecuali dia berbuat demikian karena sesuatu yang terdesak.
Kita boleh tolong menolong dengan non muslim hal yang bersifat keduniawian seperti dalam muamalah, tetapi kita sebagai muslim dilarang tolong menolong dalam bidang keagamaan atau hubungan kita dengan Tuhan kita yakni Allah dan hubungan mereka dengan tuhan mereka.

 Ayat –ayat tentang ibadah
• Surah al-Baqarah 21
 ••          
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

• Surah al-bayyinah 5
            •     
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
• Surah az-Zariyat 56
      
56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
• Surah Luqman 13
               
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
• Surah Luqman 17
             •     
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
• Surah Luqman 22
                 
22. Dan Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang Dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

Analisa Penulis : Dari ayat – ayat diatas kita bisa mengetahui tentang arti ibadah, yakni bahwasanya kita manusia diciptakan dimuka bumi ini hanya untuk beribadah. dan ibadah itu sendiri diartikan sebagai penyerahan diri kita kepada Allah dan ibadah itu dibagi menjadi dua, yakni, ibadah maghdhah dan ghairu maghdhah.
ibadah maghdhah adalah ibadah yang applikasi dan tujuan utamanya memang diperuntukan hanya kepada Allah, contohnya seperti Shalat, Zakat, Puasa daan sebagainya,
Sedangkan ghoiru maghdhah adalah ibadah yang applikasinya bukan untuk Allah tapi tujuan utamanya tetap diperuntukan hanya pada-Nya, atau bisa diartikan pekerjaan atau perbuatan yang dinilai sebagai ibadah, contonya kita belajar diniati untuk mencari ilmu dan dengan ilmu kita menggunakanya dalam hal kebajikan.
Selain beribadah sebagai simbol penyerahan diri , ibadah juga sebagai tiang agama dan amal yang pertama kali dihisab, kita juga disuruh amar ma’ruf nahi munkar serta bersabar. tidak hanya itu kita juga dilarang keras untuk mempersekutukan Allah dengan apapun, karena yang demikian itu adalah termasuk kedzaliman yang sangat besar.

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>